Jumat, Mei 22, 2009

West Papua

Papua, sebelah barat pulau Guinea Baru, hanya diperoleh oleh negara Indonesia sesudah negara Belanda melapaskan pengaturan pada tahun keenampuluhan. Tiga kali lebih besar daripada Jawa dan Bali yang bergabung, West Papua adalah kebanyakan hutan yang tidak dapat dilalui di mana suku bangsa tradisionil masih tinggal di kondisi yang kasar dan sesudah penggangguan modern.West


Ketika orang-orang Portugis melihat Guinea Baru pada tahun lima belas sebelas mereka memberi nama ‘Ilhas dos Papuas’ (Pulau Orang dengan Rambut Halus), dari kata yang Melayu, papuwah. Kemudian, orang-orang Belanda memberi nama Guinea Baru karena penduduk berkulit hitam mengingatkan mereka orang-orang yang tinggal di Guinea, di Afrika. Irian adalah kata dari bahasa Biak yang artinya ‘tanah panas yang terbit dari laut’. Di bawah kekuasaan Belanda, Irian Jaya menyerahkan kepada Guinea Baru Belanda dan ketika kedaulatan memindahkan ke Indonesia, nama menjadi Irian Barat, kemudian Irian Jaya. Artinya Jaya dalam bahasa Inggeris adalah victorious. Nama lain memaki di dunia adalah Irian Barat dan Papua Barat.


Pada tahun enam belas enam puluh, pemerintah Belanda diakui bahwa kedaulatan Guinea Baru dimiliki oleh Sultan dari Tidore dan karena Tidore dimiliki oleh negeri Belanda, Guinea Baru daerah Belanda. Permerintah Inggeris berminat kepada daerah itu juga dan mencoba mendirikan perkampungan di barat laut dekat Manokwari pada tahun tujuh belas sembilan puluh tiga. Pada tahun delapan belas dua puluh empat, negara-negara Inggeris dan Belanda bersekapat bahwa Irian Jaya akan menjadi daerah Hindia Belanda. Pada tahun delapan belas dua puluh delapan pemerintah Belanda membuka perkampungan tanda di Lobo (dekat Kaimana) tetapi perkampungan ini tidak berhasil memperoleh sukses. Propinsi Irian Jaya belum dibangun oleh pemerintah Belanda sampai tahun delapan belas sembilan puluh enam, dan perkampungan mengadakan di Manokwati dan Fak Fak hanya karena mereka pikir bahwa negara Australia, yang penguasa kolonial dari sebelah timur di Guinea Baru, adalah ancaman. Pada tahun delapan belas lima puluh lima, utusan injil pertma, dari negara Jerman, mendirikan perkampungan di sepulau dekat Manokwari. Kecuali perusahaan pertambangan dari negara Amerika Serikat dan Jepang, propinsi ini menuruskan diabai oleh negara Belanda. Perusahaan pertambangan ini mengadakan penyelidikan cadangan minyak selama tahun ketigapuluhan, namun, semua pertambangan berhenti selama Perang Dunia Pertama dan sesudah karena ada perjuangan untuk kekuasaan propinsi Irian Jaya.

Sebagai kerajaan Belanda selama Perang Dunia Kedua, Irian Jaya diduduk oleh orang-orang Jepang sebelum membebaskan pada tahun sembilan belas empat puluh lima. Sesudah Perang Dunia Kedua, pemerintah Belanda memakai daerah Irian Jaya sebagai tempat perasingan dan mengadakan Boven Digul (di tempat sekarang bernama Tanahmerah) sebagai penjara orang-orang nasionalis di Indonesia.

Karena tekanan internasional, pemerintah Belanda terpaksa menarik kembali pasukan-pasukan dari Indonesia sesudah Perang Dunia Pertama, tetapi masih berpegang teguh Guinea Baru Belanda. Pemerintah Belanda mengajurkan nasionalisme Irian Jaya dan memulai membangun banyak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk mendidik orang-orang Papua dalam kepandaian ahli, dengan tujuan mempersiapkan mereka untuk pemerintahan sendiri pada tahun sembilan belas tujuh puluh.

Sesudah Perang Dunia Kedua banyak golongan di Indonesia, ataukah communis atau pengikuti-pengikuti Sukarno atau Suharto, menyatakan haknya atas tanah sebelah barat Guinea Baru, karena mereka percaya bahwa Irian Jaya adalah propinsi Indonesia. Uraiannya mereka adalah bahwa semua bekas Hindia Belanda Timur akan termasuk dalam republik Indonesia baru. Seluruhnya tahun sembilan belas enam puluh dua, angkatan Indonesia merembes Irian Jaya, tetapi dengan sukses terbatas. Penduduk Papua tidak selamat datang mereka sebagai ‘pemerdeka’ dan menyerang merdeka. Namun, tekanan dari Amerika Serikat akhirnya terpaksa pemerintah Belanda untuk menyerah dengan tiba-tiba di bulan Agustus tahun sembilan belas enal puluh lima.


Pada tahun itu, persetujuan dengan susunan kata yang samar menandatangani di bawah bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa diharuskan Indonesia membolehkan penduduk Papua dari Irian Barat untuk memutuskan, sebelum akhir tahun sembilan belas enam puluh sembilan, ataukah mereka mau kemerdekaan atau tetap propinsi Indonesia. ‘Tindakan Pemilihan Bebas’ (‘Act of Free Choice’) ini ‘diawas’ oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun sembilan belas enam puluh sembilan. Pemerintah Indonesia, namun, mengumumkan bahwa mereka memakai tatacara musyawarah, yaitu, konsensus dari mamak.

Pada bulan Juli pada tahun sembilan belas enam puluh sembilan, pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa pertemuan di daerah-daerah Merauke, Jawawijawa dan Paniai, di mana mayoritas penduduk tinggal, mengambil dengan suara bulat untuk menjadi propinsi Indonesia. Irian Jaya menjadi kedualpuluhenam propinsi Indonesia, diperbuat dari sembilan distrik, dengan ibu kota di Sorong, Manokwari, Biak, Serui, Nabire, Jayapura, Merauke, Wamena dan Fak Fak.

Bahkan sebelum ‘Tindakan Pemilihan Bebas’, Indonesia menghadapi perlawanan keras dari orang-orang Papua. Pada tahun sembilan belas enam puluh sembilan pemberontakan berkobar di Pulau Biak dan di Enarotali di tanah tinggi. Di antara tahun sembilan belas tujuh puluh tujuh dan pertengahan kedelapanpuluhan ada percekcokan sekali-sekali di tanah tinggi sekeliling Lembah Baliem, Tembagapura dan di daerah terpencil dari distrik Paniai.


Sesudah ketenangan beberapa tahun, aktivitas anti-Indonesia mulai lagi pada pertangahan-1990s. Pada tahun sembilan belas sembilan puluh lima anggota dan simpatisan dari golongan kemerdekaan mayor, Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengamuk konsulat Indonesia di Vanimo, di Papua New Guinea, dan melakukan huru-hara di Tembagapura dan Timika. Pada tahun sembilan belas sembilan puluh enam kira-kira lima ribu orang Irian melakukan huru-hara selama beberapa hari dan membakar Pasar Abepura di Jayapura, mengakibatkan beberapa kematian. Pada tahun yang sama, beberapa pekerja riset dari Europa dan Indonesia menculik daerah terpencil di Lembah Baliem. Walaupun pekerja riset Europa pembebasan tanpa luka-luka sesudah empat bulan, dua sandera Indonesia dibunuh oleh OPM.

Pada tahun sembilan belas sembilan puluh delapan aktivitas seperatis misalnya menaikkan bendera kemerdekaan dan mengatur rapat umum, terjadi di Jayapura, Biak dan Wamena. Peserta dalam rapat umum ini sering disiksa dengan keras oleh polisi Indonesia, tetapi sesudah beberapa bulan pemerintah post-Soeharto menunjukkan kesudian (willingness) untuk mendengarkan pada separatis, dan demikian mengurangi kehadiran tentara di propinsi.

Penduduk Irian Jaya adalah kira-kira dua ribu orang. Daerah pedalaman adalah diduduk cara kuasa oleh orang-orang Papua, sementara di daerah pantai ada perkawinan antar orang-orang Melanesia dan Melayu.

Agama Kristen (Christian) adalah agama yang mayor di Irian Jaya. Ada banyak gereja dari semua golongan agama di daerah pedalaman, tetapi orang-orang pribumi memppraktekkan kombinasi percayaan tradisional dan agam Kristen. Sebab agama Islam kuat di banyak desa pantai adalah perdagangan yang berumur banyak abad dengan orang Melayu dan transmigrasi dari Indonesia Barat juga (yang adalah sebab untuk ada kebanyankan masalah sampai hari ini).

0 komentar:

Poskan Komentar

Modified by Blogger Tutorial

welcome to habema blog ©Template Nice Blue. Modified by Indian Monsters. Original created by http://ourblogtemplates.com

TOP